cursor



Translate

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified

daftar isi

daftar isi

Pages

Rabu, 06 Maret 2013

Persalinan di air atau sering disebut water birth mengurangi rasa nyeri saat persalinan

 Persalinan di air atau sering disebut water birth
mengurangi rasa nyeri saat persalinan 

 By. midwifery lastar 

 

Persalinan di air atau sering disebut water birth mulai dikenal di Indonesia pada tahun 2006. Sebenarnya, Perancis dan Rusia sudah menemukan teknik tersebut jauh sebelumnya yaitu pada tahun 1970-an. Hingga saat ini water birth belum begitu berkembang di Indonesia, terbukti dari sedikitnya rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut.
Sama seperti persalinan normal, water birth juga merupakan proses persalinan pervaginam, yaitu persalinan lewat jalan lahir atau vagina. Water birth bertujuan agar para ibu hamil dapat melahirkan sealami mungkin sesuai dengan kondisi tubuh. Bayi baru lahir diharapkan dapat beradaptasi dengan dunia luar lebih baik karena sifat air serupa dengan cairan ketuban. Persalinan di air ini hanya boleh dilakukan ibu-ibu yang melahirkan secara normal. Selain itu, persalinan waterbirth baru bisa dilakukan bila kondisi ibu hamil cukup bulan (37 – 42 minggu) dan tanpa komplikasi kehamilan.
Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh persalinan water birth adalah bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan ibu saat persalinan sekitar 40-70 %. Pilihan melahirkan dengan water birth dapat menjadi alternatif yang tepat bagi Anda, Ibu hamil yang tetap ingin melahirkan secara normal namun tidak ingin terlalu merasakan sakit dan nyeri saat persalinan.

Manfaat waterbirth

1. Bagi Ibu
  • Air hangat akan mengurangi ketegangan otot sehingga ibu merasa lebih rileks dan nyaman
  • Air hangat juga dapat meningkatkan tenaga ibu hamil yang berguna bagi ibu ketika mengejan. Ini akan membuat Ibu menjadi lebih mudah mengejan
  • Otot-otot panggul lebih elastis sehingga mempermudah persalinan
  • Mengurangi rasa nyeri persalinan
  • Proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat di dalam air
  • Mempercepat proses persalinan karena ketenangan dan kekenduran otot
  • Menurunkan resiko robekan vagina atau episiotomi karena otot vagina menjadi lebih elastis
  • Meningkatkan pelepasan hormon endorphin yang berfungsi menekan stress

2. Bagi Bayi
  • Bayi juga akan merasa lebih nyaman karena kondisi di dalam air hangat sama dengan kondisi bayi saat berada dalam cairan amnion di dalam rahim ibu sehingga memudahkan transisi dari jalan lahir ke dunia luar.
  • Menurunkan resiko trauma dan cidera kepala bayi saat proses persalinan
  • Melancarkan peredaran darah bayi
  • Meningkatkan IQ bayi

Resiko persalinan water birth

Beberapa resiko yang mungkin dialami pada proses persalinan water birth adalah:
  • Meningkatkan penularan penyakit dari ibu ke petugas kesehatan dan bayi
  • Meningkatkan resiko hipotermi pada ibu jika proses persalinan berlangsung lama
  • Meningkatkan resiko hipotermi pada bayi jika suhu air < 37 derajat Celcius
  • Memungkinkan adanya infeksi neonatus jika bayi menelan air yang tidak steril

Kontraindikasi persalinan di air (water birth)

Ada beberapa kondisi dimana Ibu hamil tidak boleh (tidak disarankan) untuk melakukan persalinan water birth, yaitu:
  • Ibu dengan CPD (Chepalo Pelvik Disproporsi) atau ukuran panggul dan kepala janin tidak sesuai.
  • Ibu dengan penyakit menular misalnya herpes, HIV, dan sebagainya. Tidak semua virus atau bakteri mati di air sehingga ibu dengan penyakit menular tidak diperbolehkan bersalin di air.
  • Kemajuan persalinan berjalan lambat (prolong)
  • Kehamilan sungsang atau lintang
  • Kelahiran Prematur
  • Penyulit kehamilan seperti preeklamsi (keracunan kehamilan), adanya mioma uteri atau kista ovari, Ante Partum Bleeding, dan sebagainya.

Proses Persalinan Water Birth

Ibu masuk (berendam) dalam kolam berisi air hangat yang sudah disiapkan ketika sudah memasuki pembukaan keenam. Tujuannya, agar kulit vagina menjadi lebih elastis, sehingga lebih mudah bagi bayi nantinya untuk keluar melewati vagina.
Teknis dan prosedur melahirkan dengan water birth sama dengan metode persalinan normal (biasa), yang berbeda adalah tempat persalinannya saja. Metode persalinan water birth membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berdiameter 1.5 meter, berisi air hangat dengan suhu 95 – 100 derajat fahrenheit. Air hangat yang digunakan tentulah bukan sembarang air hangat, melainkan air hangat yang sudah disterilisasi dan dijaga kondisi suhunya agar tetap selalu hangat.
Efek air hangat pada kolam akan memberikan rasa nyaman, tenang, dan rileks kepada Ibu. Dalam keadaan rileks, tubuh akan melepaskan endorphin, hormon yang dapat mengurangi rasa sakit. Air hangat juga mampu menghambat impuls-impuls saraf pengantar rasa sakit sehingga membuat persalinan tidak terasa berat.
Sama dengan persalinan normal, suami juga diharapkan turut berperan dalam menunjang kelancaran persalinan water birth. Selain berada di dekat istri untuk menemani dan memberikan dorongan semangat positif ke istri, suami (calon ayah) juga bisa melakukan pemijatan pada punggung istri untuk memberikan rasa rileks dan nyaman saat persalinan berlangsung. Persalinan dengan metode water birth kurang lebih berlangsung selama 1-2 jam setelah pembukaan keenam, dan biasanya membutuhkan waktu hingga 8 jam.
Tiga sampai lima detik setelah bayi lahir dan “berenang” di air, dokter akan mengangkat bayi dan mendekatkannya ke ibu agar bisa dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Kebanyakan ibu merasa khawatir bayinya akan tersedak, tetapi sebenarnya hal tersebut tidak akan terjadi karena pada saat bayi sudah berada di luar, bayi masih bernafas melalui ari-ari dan tali pusar yang masih tersambung ke perut ibu.

Tahapan bila ingin melahirkan di air Water birth

  • Konsultasikan dengan dokter mengenai kesehatan anda dan janin serta kemungkinan persalinan di air. Jika perlu konsultasikan lebih dari satu dokter.
  • Pilihlah rumah sakit yang menyediakan fasilitas waterbirth dengan baik, serta adanya dokter dan perawat yang professional. Adanya kasus kematian perinatal saat melahirkan di air mengindikasikan tidak semua rumah sakit bisa memberikan pelayanan secara professional. Terkadang fasilitas yang ada kurang memenuhi standar misalnya proses sterilisasi kolam yang kurang baik sehingga menyebabkan penularan penyakit antar pasien yang menggunakan kolam yang sama, air yang digunakan tidak steril, suhu air terlalu dingin sehingga mengakibatkan anda dan bayi mengalami hipotermi, dan sebagainya. Ada baiknya anda menanyakan pada ibu yang pernah melahirkan secara waterbirth di rumah sakit tersebut untuk memastikan kualitas pelayanannya.
  • Pelajari proses melahirkan waterbirth sebelum persalinan
  • Anda akan masuk ke air saat pembukaan lebih dari lima. Suhu air untuk persalinan sekitar 370C, dengan ukuran kolam sekitar 2m2, bersirkulasi, dan beralas menonjol yang berfungsi menyangga tubuh anda.
  • Waktu yang diperlukan untuk mencapai pembukaan lengkap sekitar 2 jam
  • Saat pembukaan sudah lengkap anda dapat memilih cara persalinan di air, atau melahirkan di tempat tidur.
  • Jika anda memilhi bersalin di air, maka anda harus mengejan saat kontraksi hingga bayi lahir.
Setiap proses persalinan selalu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bisa mempertimbangkan manfaat dan resiko persalinan di air sebelum memutuskan cara persalinan ini. Mungkin sesekali anda perlu mendengarkan pengalaman tetangga atau kerabat untuk dijadikan pertimbangan. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Poskan Komentar